MEMOTONG BIAYA & MENINGKATKAN EFISIENSI DENGAN TEKNOLOGI “GROOVED PIPING”

Dalam suatu industri dimana waktu, biaya, keselamatan dan kehandalan merupakan hal-hal yang diutamakan, teknologi grooved mechanical piping menawarkan keuntungan-keuntungan yang tak tertandingi. Mulai dikembangkan 85 tahun lau oleh Victaulic, metode penyambungan pipa tanpa nyala api sampai saat ini merupakan sistem penyambungan pipa secara mekanis paling serbaguna, ekonomis dan handal yang bisa diperoleh oleh para pemilik / pengelola kapal, para ahli mesin kapal, galangan-galangan pembuat dan perbaikan kapal

VICTAULIC telah memperoleh pengakuan dari AICS* untuk seluruh rangkaian produk-produknya, mulai dari kopling-kopling dan fitting-fitting sampai katup-katup dan sambungan-sam-bungan T yang mampu memberikan rasa percaya diri sepenuhnya akan kinerja dari para penggunanya. Kapal-kapal dan anjungan lepas pantai diseluruh dunia dengan ragam cakupan yang luas telah memanfaatkan keuntungan-keuntungan yang berasal dari penggunaan teknologi ini dalam berbagai aplikasi yang sangat luas, seperi misalnya sistem perpipaan untuk air ballast, air tawar dan air laut untuk pendinginan, minyak lumas. air pemadam kebakaran / pencuci dek, dan pembuangan air got. Teknologi ini juga digunakan untuk sistem pemadam kebakaran (FiFi) di kapal-kapal tunda dan kapal-kapal pendukung kegiatan lepas pantai.

Continue reading …

MASA DEPAN YANG SULIT UNTUK MINYAK PELUMAS SILINDER

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh industri dan kondisi-kondisi ekonomi-makro telah mendorong para pemilik / pengelola kapal untuk menjajagi kemungkinan lebih jauh efisiensi-efisiensi pengopersian kapal. Semakin meningkatnya penerapan cara pengoperasian kapal dengan putaran mesin induknya diturunkan secara drastis, dengan tujuan utama untuk menghemat biaya bahan bakar yang makin mahal agar kapal masih tetap bisa beroperasi dan tidak diikat / dikandangkan, telah menjadi standar praktis yang dianut di sejumlah sektor secara luas.

Apakah solusi tunggal untuk masalah minyak pelumas silinder merupakan solusi yang benar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para pemilik / pengelola kapal dalam dunia yang penuh dengan tuntutan dan lingkungan operasional yang beragam saat ini?

Continue reading …

KERUSAKAN-KERUSAKAN TURBOCHARGER

Sebagaimana telah disadari oleh para pemilik/pengelola kapal, kerusakan pada turbocharger-turbocharger mesin-mesin induk maupun mesin-mesin bantu bisa berdampak sangat besar pada kemampuan operasi kapal. Kerusakan-kerusakan itu bisa menyebabkan biaya perbaikan yang cukup mahal, pengurangan kecepatan kapal yang cukup mengganggu dan bisa menyebabkan bahaya yang cukup besar terhadap keselamatan.

Kerusakan-kerusakan ini berdampak pengeluaran biaya yang cukup besar bagi para pemilik / pengelola kapal maupun perusahaan asuransi. Biaya keseluruhan yang telah di-keluarkan oleh Perusahaan Asuransi H&M Gard untuk pem-bayaran klaim 192 kerusakan turbochager selama 1996 – 2001 mencapai USD 24.7 juta, sedangkan untuk deductibles dlsb., secara keseluruhan para pemilik / pengelola kapal harus menanggung biaya lebih dari USD 25 juta. Masih ada lagi tambahan biaya bagi para pemilik/pengelola kapal kalau biaya perbaikannya berada dibawah deductibles. Sirkuler ini disiapkan untuk membantu para pemilik / pengelola kapal dalam mengurangi biaya perbaikan kerusakan-kerusakan pada bagian yang rawan rusak dari sistem mesin diesel di kapal.

Continue reading …

KETIDAKMANUSIAWIAN MANUSIA TERHADAP MESIN-MESIN

Kerusakan (breakdowns) dan gagal fungsi (failures) pada sejumlah mesin di kapal merupakan peristiwa sehari-hari dalam dunia perkapalan / pelayaran, namun kalau kita mau meneliti lebih jauh, sebagian besar dari kejadian-kejadian itu sesungguhnya masih bisa dihindari.

Kecenderungan gagal fungsi pada sejumlah mesin dan cara pandang lain terhadap penyebab-penyebabnya

Berkali-kali kita menyaksikan peristiwa gagal fungsi mesin yang penyebabnya bermuara pada kurangnya pelatihan yang memadai pada para A TK atau tidak memiliki ketrampilan / pengalaman yang diperlukan untuk menangani dan memperbaiki peralatan seperti mesin-mesin bantu yang akan memerlukan perawatan- perawatan / overhauls secara berkala selama masa usia pakainya. Khususnya pada mesin- mesin diesel bantu sering sekali terjadi gagal-fungsi atau kerusakan yang sangat parah nyaris setelah, atau dalam waktu tidak lama setelah di-overhaul diatas kapal oleh para awak kapalnya sendiri.

Continue reading …

Kerangka pengetahuan & ketrampilan elemen manusia dari sisi PENGOPERSIAN KAPAL

Para Operator Kapal/Nakhoda/Para Perwira Senior

Wajib memiliki pengetahuan dan memahami sepenuhnya kebutuhan untuk menerapkan:

  • Ketentuan-ketentuan IMO, ILO, WHO dan peraturan-peraturan regional yang terkait dengan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut

  • Kode-kode, panduan-panduan dan standar-standar internasional dalam kaitannya dengan SOLAS 1974 (beserta amandemen-amandemenya), STCW 1978 (beserta amandemen-amandemennya), COLREG 1972 (beserta amandemen-aandemennya), International Health Regulation (IHR 2005), dan MARPOL 74/78 ( beserta amandemen-amandemennya).

  • Ketentuan-ketentuan dari ILO Maritime Labour convention 2006 (MLC 2006)

  • Peraturan-peraturan Regional yang terkait dengan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut

  • Peraturan-peraturan perusahaan yang terkait denhan pengelolaan kapal yang aman, penyerahan muatan / kargo tepat waktu dan aman serta kesehatan, kesalamatan dan kesejahteraan awak kapal

  • Tindakan-tindakan mencegah / melawan terorisme terhadap kapal-kapal dan meningkatkan keamanan di atas kapal dan didarat, sesuai dengan Kode ISPS.
  • Rancangan IMO untuk Penataan Kamar Mesin, Desain serta Penataan yang benar / tepat (MSC/Circ.834)

Continue reading …

DEVELOPING OVERHAUL PROCEDURES

MENGEMBANGKAN PROSEDUR OVERHAUL

Dalam bagian 2 dari presentasi tentang pengalaman pelayanan, MAN mengupas kemungkinan- kemungkinan melakukan teknik-teknik Ovrhaul Berbasis Kondisi Mesin atau Condition Based Overhaul (CBO)

Hal yang umum bagi mesin- mesin MAN tipe ME/ME-C dan MC/MC-C adalah kemungkinan- kemungkinan yang telah terdokumentasi dengan baik untuk mencapai jarak waktu diantara overhaul atau TBO (time between overhaul) 32.000 jam atau lebih. Untuk kapal-kapal tanker, hal ini membuka kemungkinan untuk hanya melakukan overhaul- overhaul besar pada saat kapal menjalani pengedokan dengan interval 5 tahun.

Kebanyakan pemilik/pengelola kapal saat ini telah memiliki pengalaman positif tentang sistem overhaul berbasiskan kondisi mesin atau CBO

Continue reading …

PENTINGNYA PEMELIHARAAN MESIN DILAKUKAN DENGAN BAIK

Menurut catatan perusahaan asuransi Norwegia Gard AS, kapal-kapal yang badan & perlengkapan mesin-nya (H&M) dijaminkan melalui perusahaannya selama periode 2000-2009 telah mengajukan klaim ganti rugi kerusakan atas 388 turbocharger dengan jumlah keseluruhan lebih dari 80 juta USD termasuk deductibles-nya.

Tulisan yang mencerminkan masalah-masalah pada turbocharger ini ditulis oleh David Smith setelah melakukan pemeriksaan atas sejumlah kecelakaan yang biaya perbaikannya mahal.

Hasil penyelidikan atas kebakaran yang bermula dari turbocharger sebuah kapal yang digerakkan oleh mesin diesel putaran rendah Mitsui B&W 8L55GCFA berdaya 8800 kW sehingga kapal harus ditarik dengan kapal tunda ke pelabuhan, telah mengingatkan kita untuk memberikan penekanan akan pentingnya melakukan praktek-praktek perawatan yang baik. Menurut ikhtisar dari laporan yang dimasukkan dalam database GISIS dari IMO, kebakaran itu telah menyebabkan sejumlah awak kapal mengalami luka-luka bakar yang serius dan kerusakan parah di kamar mesin.

Continue reading …

PREDICTING THE FUTURE – MEMPERKIRAKAN SAAT PERAWATAN MESIN DI KAPAL

Istilah-istilah seperti aset-aset kritis (critical assets), kesiap-siagaan peralatan (equipment availability) dan jatuh tempo untuk merawat mesin (machine uptime) telah terbiasa bagi para ahli teknik mesin dalam industri di darat selama beberapa tahun terakhir ini. Akan tetapi bagi komunitas ahli teknik mesin kapal, baru sekarang ini mulai menggunakan istilah-istilah itu.

Istilah-istilah diatas mulai terdengar saat dimulainya perpindahan metode- metode perawatan bersifat pencegahan yang tradisional bergeser ke metode perawatan prediktif proaktif, atau program-program berbasiskan pemantauan kondisi (condition based monitoring – CBM).

Continue reading …